Cerbung karya : Yudhia Rahma
Main cast : Rio, Vira, Nabila, Shinta (Mama Vira), Irna (Mama Rio),
_**__**_
12 November 2003
"aduuhh Lio jangan cepet-cepet lalinya. Ila cape" keluh seorang bocah berusia 3 tahun. Sudah seperti rutinitasnya sehari-hari bermain petak jongkok ditaman kecil ini. Taman sederhana. Hanya ada beberapa bangku dan tumbuhan disana. Tapi bocah yang menyebut namanya Ila itu begitu menikmati setiap permainannya bersama sahabat laki-lakinya.
"Ila lama niihh. Ayodong kejaalll" teriakan khas bocah terdengar begitu nyaring. Entah karena faktor takdir atau memang orang tua mereka yang saling dekat. Mungkin sejak pertama kali mereka menghirup oksigen, mereka sudah dipaksa saling bertemu. Bahkan Irna-mama Rio- pernah berkata, bahwa saat besar nanti mereka akan bersama-sama menikah. Tentu perkataan itu tak dianggap penting olah sang anak. Mereka hanya berkata, mereka mau dan bahagia. Tanpa tau makna sesungguhnya. Mereka hanya tau itu tandanya mereka akan selalu bersama. Bermain petak jongkok setiap sore. Namun suatu hari mereka harus benar-benar berpisah. Saat ayah Rio mengalami kecelakaan dan akhirnya meninggal. Irna memutuskan untuk pindah kejakarta. Ia ingin mengubur kenangan bersama suaminya.
"Lio benelan mau pelgi? Lio ninggalin Ila dong? Lia bakalan sendili dong? Gabisa main petak umpet baleng lagi dong? Ila gak mau" ucap bocah gadis yang menyebutnya Ila itu. Sambil terus menangis. Ila mengungkapkan kalau Ia tak akan mau pisah dengan sahabat sejak dikandungannya ini.
"Ila, maafin Lio ya. Ila inget kan kata mama aku? Kalo udah gede kita bakalan nikah. Belalti kan kita bakalan ketemu lagi. Aku janji, saat kita ketemu lagi. Aku pasti udah bisa nyebut nama kamu dengan benel" ucap Lio polos.
"Ira, maafin tante ya misahin kalian. Tapi tante yakin kok kalian pasti bisa ketemu lagi" ucap Irna menenangkan.
"mamah janji kan nemuin aku sama Ila lagi?"
"janji Rio"
"Ila gak mau pisah sama Lio. Ila gak mau. Bunda bilangin tante Ilna Ila gamau. Ila gamaaauuu"
"Riiiioooooooo"
"Vira, kamu kenapa sayang?" Ucap Sinta-mama Vira-
"kamu mimpi buruk? Tenang ya sayang" ucap Sinta sambil memeluk anaknya. Tangis Vira pecah. Mimpinya barusan benar-benar mengingatkannya pada sosok malaikat kecilnya.
"aku kangen Rio bun. Aku mimpiin saat kita pisah dulu" isak Vira dipelukan mamanya.
"Vira, udahlah. Kamu udah besar. Berhenti mikirin Rio. Kita aja sekarang gak tau Rio dimana" Vira menggeleng.
"Aku gak akan pernah bisa ngelupain Rio. Dia malaikat kecil aku. Kan bunda sendiri yang bilang kalau aku bakalan ketemu dia lagi. Kenapa sekarang bunda malah nyuruh aku ngelupain?"
Sinta menghela nafas.
"Karena sampai sekarang-pun bunda gak punya kontak apapun tentang Irna"
"Tapi aku bakalan ketemu Rio lagi kan? Iya kan bun?"
"Semoga sayang. Sekarang kamu sholat subuh aja gih. Abis itu siap-siap sekolah. Udah jam setengah 5 juga. Masa mau telat disekolah baru" titah Sinta. Vira tersenyum dan mengangguk.
"Nanti aku nyusul bunda kebawah" setelah Sinta keluar. Vira segera membuka lacinya dan melihat foto usang disana. Walau diambil secara tidak sengaja. Tapi difoto itu jelas terlihat 2 bocah yang sedang berlari dengan tawa lepas disebuah taman. Vira tersenyum getir.
"Aku kangen kamu Yo. Sekarang aku dijakarta. Semoga kamu masih dijakarta ya. Aku berharap bisa ketemu kamu lagi" ucap Vira bergetar. Air matanya kembali turun.
__**__**__
Udah ya jangan banyak-banyak entar batuk.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar