Minggu, 05 Januari 2014

Love Chance

Part 1

Angin masih berhembus indah bagai sentuhan alunan melodi di udara , seakan turut andil dalam kebahagiaan dua laki-laki yang tengah asyik berbincang di halaman sekolah negri Jakarta ini, lebih tepatnya SMAN 85 Jakarta.

"yo, cabut yuk " kata Gabriel dengan tangannya yang masih sibuk memainkan bola basket.
"ck , asik tuhh" Rio yang sudah tau maksud Gabriel mengajaknya bolos pelajaran, karena tak suka dengan pelajaran terakhir hari ini yaitu fisika. Kini Rio tersenyum puas mendapati ide dari sahabatnya itu.
"tapi ga asik kalo Cuma berdua yo, ntar gua disangka maho lagi" kata Gabriel tertawa lalu melirik Rio yang hanya bisa mengernyit
"Hahah  jelek lo manyun begitu, yaudah ajak Alvin aja" kata Gabriel lalu pergi meninggalkan Rio.

Kelas XI-1 yaitu kelas Alvin yang berada dekat kantin. Tempat yang menurut Rio sangat strategis jika di jadikan pelarian bolos jam pelajaran. Gabriel berjalan menuju bangku Alvin, terlihat Alvin yang sedang asik dengan PSP-nya.

"Vin" kata Gabriel yang sedikit membuyarkan konsentrasi Alvin pada PSP-nya
"Hmm" Jawab Alvin tak mengalihkan pandangannya
"Cabut yuk!".
"Wahh. Wahh gua tau nihh, pelajaran fisika lo ya?" kata Alvin mem-Pause PSP-nya
"Beuh apal dia Yo" Gabriel melirik Rio yang sepertinya asik sendiri dengan objek pandangnya sehingga Rio tak menggubrisnya. Seorang wanita yang terlihat begitu serius dengan Laptopnya yang kini menjadi objek pandang Rio. wanita itu bernama Ify, Gabriel yang merasa keki karena ucapannya tak di gubris kini malah tersenyum geli karena memergoki apa yang sedang Rio perhatikan sejak tadi.

"Ekhm ..
 Pagi-pagi jualan kacang
 yang jualan ternyata awewe
Dari tadi gua ngomong panjang
Eh dianya lagi ngeliatin Cewe" Sebuah pantun terlontar dari mulut Gabriel sedikit menyindir Rio yang masih terfokus pada wanita bernama Ify itu.

Perasaan risih kini melanda Ify saat merasa seseorang memperhatikannya sejak tadi, Ify menghentikan aktifitasnya lalu menyapu pandang ke setiap sudut kelas. DEG… saat itu pula matanya bertemu dengan mata seseorang, sesorang yang sepertinya sejak tadi menjadi sumber dari rasa risihnya.

 Ada yang berbeda rasanya saat melihat mata itu, mata yang sepertinya membuat jantungnya berdetak tak seperti biasanya , ada sesuatu yang mendorongnya untuk terus menatap mata itu dan sepertinya hal yang sama juga melanda si pemilik mata indah itu. haha lihatlah kini mereka berdua malah terlihat kikuk ketika menyadari apa yang baru saja membuat mereka berdua terlena.

 Ify segera mentranslisir suasana yang mulai aneh ini. Ya perlu kalian ketahui Ify adalah tipe wanita yang cenderung cuek apalagi jika bersangkutan dengan masalah perasaan. Segera ia merapihkan barang-barangnya lalu bergegas pergi meninggalkan kelas, tak hentinya Ify menggerutu sepanjang perjalanan karena merasa terganggu oleh Rio, ia melangkahkan kakinya menuju  parkiran sekolah untuk mengambil mobilnya berniat menjemput sang adik lebih awal karena kebetulan guru yang bertugas di kelasnya hari ini berhalangan hadir.

berbeda dengan Ify, Rio yang sudah tertangkap basah sedang memperhatikan Ify  saat ini malah mendapat  ejekan maut dari Gabriel.

"eh udah ayo cabut keburu masuk nih" kata Rio menarik-narik tangan Gabriel untuk segera pergi dari kelas Alvin
"iya iya udah apa gausah salting gitu yo" Ledek Gabriel pada Rio
namun Rio heran melihat Alvin yang belum juga beranjak dari tempat duduknya, Rio pun memberi isyarat pada Gabriel agar melihat Alvin.
"Eh combro, ayo lah" kata Gabriel membuyarkan lamunan Alvin
"eh iya sorry, sorry" kata Alvin yang baru tersadar dari lamunanya.

 Mereka pun beranjak dari kelas Alvin, namun tetap Alvin terlihat aneh dengan tatapan yang tak terbaca, memang  Alvin berjalan bersama Gabriel dan Rio tapi sayang pikirannya entah sedang pergi kemana sepertinya ia sedang memikirkan seorang gadis bernama Shilla yang duduk dikelas X ya dia adalah adik kelas Alvin yang memiliki wajah polos dan berparas imut.

"Mau kemana nih kita?" kata Rio memecah keheningan diantara mereka bertiga "ke surga biar bisa liat bidadari" jawab Alvin  terbwa suasana Lamunannya.
"Woy ngigo lo ya" kata Gabriel dan Rio berbarengan.
 "yel temen lo nih?" kata Rio pada Gabriel
"Bukan, temen lo kali yo" jawab Gabriel 
"Bukan juga. Udah tinggal aja" kata Rio,
mereka berdua pun pergi meninggalkan Alvin bersama khayalannya.
Selang beberapa detik kemudian Alvin tersadar bahwa dirinya kini ditinggal oleh kedua sahabatnya itu. "Woy, tungguin! Jahat abis Lo Sumpah." Kata Alvin sedikit berteriak karena sudah tertinggal jauh dari Gabriel dan Rio, Alvin pun berlari berusaha mengimbangi langkah kedua sahabatnya itu. Setelah beradu beberapa argumen akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke kafe Taria tempat biasa mereka berkumpul.

Kini Alvin yang modus ingin bertemu Shilla menyarankan mereka untuk lewat SMA Nusa Bangsa tempat Shilla bersekolah.

"eh gue tau nih jalan pintas ke kafe Taria" Alvin tiba-tiba menghentikan langkahnya lalu memandangi Rio dan Gabriel bergantian
"gimana kalau kita lewat SMA Nusa Bangsa" lanjut Alvin
"terserah lo deh" terus Rio kemudian kembali berjalan

Disisi lain suasana hening  di SMA Nusa Bangsa kelas X.3  yaitu kelas dari gadis berparas imut yang sangat di puja oleh  kakak kelasnya sendiri yaitu Alvin, yaps siapa lagi kalau bukan Shilla, saat ini anak X.3  sedang menjalankan ulangan Harian Matematika dimana menurut sebagian anak, Matematika adalah musuh bebuyutan mereka apalagi ditambah jika sang guru terkenal Killer. Kegusaran terlihat di wajah setiap siswa hanya beberapa anak yang terlihat tenang saat mengerjakan soal-soal tersebut contoh nya Shilla, ia memang cukup berprestasi di pelajaran Matematika berbeda sekali dengan Shilla, Lintar tampak begitu gusar dan terlihat tampak bingung. Sesekali ia melirik ke beberapa temannya untuk mencari jawaban, dan akhirnya Lintar memutuskan untuk bertanya kepada Shilla

"Ssstt .. Sssttt" Lintar memberi isyarat agar Shilla mencari sumber suara.
Shilla pun menoleh "Apa?"
"Nomer 12 apa Shil?" kata Lintar Cuap-cuap tanpa suara.
. "Hah?" kata Shilla yang kini ikut Cuap-cuap tanpa suara
"Hhh, Nomer 12 apa jawabannya gua ga tau?" Ulang Lintar masih mencoba bersabar
  "Trus masalah gitu buat gue?" jawab Shilla menjulurkan lidahnya
 "yah elah Shil Please dong, nomer 12 aja" Mohon Lintar
 "Ihh makanya kalo mau ulangan itu belajar, susah kan lo sekarang" kata Shilla dengan nada tinggi
"Aduuhh, Shillaaa jangan kenceng-kenceng nanti ketauann" ucap Lintar dengan wajah yang gereget karena ulah Shilla,
"Biarin aja itu sih urusan lo, untung muka lo muka orang melas bikin gua ga tega!" Shilla pun mengambil secarik kertas dan menuliskan beberapa rumus dikertas tersebut. Setelah itu Shilla melemparkan kertasnya kepada Lintar, tapi saat Lintar membuka lembaran kertas tersebut

"Yah ko Cuma rumusnya sih shill, kenapa ga sama jawabannya?" gereget Lintar
"Ih berisik banget sih lo, masih mending gue kasih tau" Kesal Shilla

Lintar pun menyerah tak ingin memaksa Shilla lagi, tak ingin membuang waktu Lintar dengan cepat menyalin rumus itu dan coba mengutak-ngatik angka tersebut.
"Huft, akhirnya selesai juga" kata Lintar tersenyum sambil memandangi kertas yang berisi angka-angka dan beberapa gambar bangun ruang tersebut.

Beberapa lama kemudian bel pun berbunyi, murid-murid berhamburan keluar, begitupun dengan shilla yang segera meninggalkan kelasnya, baru beberapa langkah  shilla berjalan, ia terpaksa menghentikan langkahnya karena merasa ada yang memanggil
"eh Shill Shill" panggil Lintar
" apaan lagi sih?" ketus Shilla
"hmmm buat yang tadi, thanks ya" lintar dengan sedikit kikuk
"hmm" Shilla dengan cueknya sambil beranjak pergi

Lintar menyusul Shilla, kini mereka berdua berjalan beriringan menuju gerbang sekolah sambil berbincang bincang

"eh Shill, pulang sama siapa?" Tanya Lintar
"sendiri" kata Shilla sekenanya
Disela perbincangan mereka, terdengar suara Ify yang memanggil Lintar
" Lintar" teriak Ify
"eh gue udh dijemput nih, duluan ya" ucap Lintar pada Shilla

Diwaktu yang sama Alvin dkk sampai didepan gerbang SMA Nusa Bangsa

"eh bentar dulu ya gue mau nyari minum, haus nih" kata Alvin
"lama gue tinggal" kata Rio
Tidak ingin membuang  waktu Alvin langsung mencari sosok Shilla, sedangkan saat ini Gabriel dan Rio sedang dikejutkan oleh pemandangan indah tak terduga, mereka berdua terpaku melihat sosok itu.

Siapakah DIA?
TBC.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar