Part
1
Angin
masih berhembus indah bagai sentuhan alunan melodi di udara , seakan turut
andil dalam kebahagiaan dua laki-laki yang tengah asyik berbincang di halaman sekolah
negri Jakarta ini, lebih tepatnya SMAN 85 Jakarta.
"yo,
cabut yuk " kata Gabriel dengan tangannya yang masih sibuk memainkan bola
basket.
"ck
, asik tuhh" Rio yang sudah tau maksud Gabriel mengajaknya bolos pelajaran,
karena tak suka dengan pelajaran terakhir hari ini yaitu fisika. Kini Rio
tersenyum puas mendapati ide dari sahabatnya itu.
"tapi
ga asik kalo Cuma berdua yo, ntar gua disangka maho lagi" kata Gabriel
tertawa lalu melirik Rio yang hanya bisa mengernyit
"Hahah jelek lo manyun begitu, yaudah ajak Alvin aja"
kata Gabriel lalu pergi meninggalkan Rio.
Kelas
XI-1 yaitu kelas Alvin yang berada dekat kantin. Tempat yang menurut Rio sangat
strategis jika di jadikan pelarian bolos jam pelajaran. Gabriel berjalan menuju
bangku Alvin, terlihat Alvin yang sedang asik dengan PSP-nya.
"Vin"
kata Gabriel yang sedikit membuyarkan konsentrasi Alvin pada PSP-nya
"Hmm"
Jawab Alvin tak mengalihkan pandangannya
"Cabut
yuk!".
"Wahh.
Wahh gua tau nihh, pelajaran fisika lo ya?" kata Alvin mem-Pause PSP-nya
"Beuh
apal dia Yo" Gabriel melirik Rio yang sepertinya asik sendiri dengan objek
pandangnya sehingga Rio tak menggubrisnya. Seorang wanita yang terlihat begitu
serius dengan Laptopnya yang kini menjadi objek pandang Rio. wanita itu bernama
Ify, Gabriel yang merasa keki karena ucapannya tak di gubris kini malah
tersenyum geli karena memergoki apa yang sedang Rio perhatikan sejak tadi.
"Ekhm
..
Pagi-pagi jualan kacang
yang jualan ternyata awewe
Dari
tadi gua ngomong panjang
Eh
dianya lagi ngeliatin Cewe" Sebuah pantun terlontar dari mulut Gabriel
sedikit menyindir Rio yang masih terfokus pada wanita bernama Ify itu.
Perasaan
risih kini melanda Ify saat merasa seseorang memperhatikannya sejak tadi, Ify
menghentikan aktifitasnya lalu menyapu pandang ke setiap sudut kelas. DEG… saat
itu pula matanya bertemu dengan mata seseorang, sesorang yang sepertinya sejak
tadi menjadi sumber dari rasa risihnya.
Ada yang berbeda rasanya saat melihat mata
itu, mata yang sepertinya membuat jantungnya berdetak tak seperti biasanya , ada
sesuatu yang mendorongnya untuk terus menatap mata itu dan sepertinya hal yang
sama juga melanda si pemilik mata indah itu. haha lihatlah kini mereka berdua
malah terlihat kikuk ketika menyadari apa yang baru saja membuat mereka berdua
terlena.
Ify segera mentranslisir suasana yang mulai
aneh ini. Ya perlu kalian ketahui Ify adalah tipe wanita yang cenderung cuek
apalagi jika bersangkutan dengan masalah perasaan. Segera ia merapihkan
barang-barangnya lalu bergegas pergi meninggalkan kelas, tak hentinya Ify
menggerutu sepanjang perjalanan karena merasa terganggu oleh Rio, ia
melangkahkan kakinya menuju parkiran sekolah
untuk mengambil mobilnya berniat menjemput sang adik lebih awal karena
kebetulan guru yang bertugas di kelasnya hari ini berhalangan hadir.
berbeda
dengan Ify, Rio yang sudah tertangkap basah sedang memperhatikan Ify saat ini malah mendapat ejekan maut dari Gabriel.
"eh
udah ayo cabut keburu masuk nih" kata Rio menarik-narik tangan Gabriel
untuk segera pergi dari kelas Alvin
"iya
iya udah apa gausah salting gitu yo" Ledek Gabriel pada Rio
namun
Rio heran melihat Alvin yang belum juga beranjak dari tempat duduknya, Rio pun
memberi isyarat pada Gabriel agar melihat Alvin.
"Eh
combro, ayo lah" kata Gabriel membuyarkan lamunan Alvin
"eh
iya sorry, sorry" kata Alvin yang baru tersadar dari lamunanya.
Mereka pun beranjak dari kelas Alvin, namun
tetap Alvin terlihat aneh dengan tatapan yang tak terbaca, memang Alvin berjalan bersama Gabriel dan Rio tapi
sayang pikirannya entah sedang pergi kemana sepertinya ia sedang memikirkan
seorang gadis bernama Shilla yang duduk dikelas X ya dia adalah adik kelas Alvin
yang memiliki wajah polos dan berparas imut.
"Mau
kemana nih kita?" kata Rio memecah keheningan diantara mereka bertiga
"ke surga biar bisa liat bidadari" jawab Alvin terbwa suasana Lamunannya.
"Woy
ngigo lo ya" kata Gabriel dan Rio berbarengan.
"yel temen lo nih?" kata Rio pada
Gabriel
"Bukan,
temen lo kali yo" jawab Gabriel
"Bukan
juga. Udah tinggal aja" kata Rio,
mereka
berdua pun pergi meninggalkan Alvin bersama khayalannya.
Selang
beberapa detik kemudian Alvin tersadar bahwa dirinya kini ditinggal oleh kedua
sahabatnya itu. "Woy, tungguin! Jahat abis Lo Sumpah." Kata Alvin
sedikit berteriak karena sudah tertinggal jauh dari Gabriel dan Rio, Alvin pun
berlari berusaha mengimbangi langkah kedua sahabatnya itu. Setelah beradu
beberapa argumen akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke kafe Taria tempat
biasa mereka berkumpul.
Kini
Alvin yang modus ingin bertemu Shilla menyarankan mereka untuk lewat SMA Nusa
Bangsa tempat Shilla bersekolah.
"eh
gue tau nih jalan pintas ke kafe Taria" Alvin tiba-tiba menghentikan
langkahnya lalu memandangi Rio dan Gabriel bergantian
"gimana
kalau kita lewat SMA Nusa Bangsa" lanjut Alvin
"terserah
lo deh" terus Rio kemudian kembali berjalan
Disisi
lain suasana hening di SMA Nusa Bangsa kelas
X.3 yaitu kelas dari gadis berparas imut
yang sangat di puja oleh kakak kelasnya
sendiri yaitu Alvin, yaps siapa lagi kalau bukan Shilla, saat ini anak X.3 sedang menjalankan ulangan Harian Matematika
dimana menurut sebagian anak, Matematika adalah musuh bebuyutan mereka apalagi
ditambah jika sang guru terkenal Killer. Kegusaran terlihat di wajah setiap
siswa hanya beberapa anak yang terlihat tenang saat mengerjakan soal-soal
tersebut contoh nya Shilla, ia memang cukup berprestasi di pelajaran Matematika
berbeda sekali dengan Shilla, Lintar tampak begitu gusar dan terlihat tampak
bingung. Sesekali ia melirik ke beberapa temannya untuk mencari jawaban, dan
akhirnya Lintar memutuskan untuk bertanya kepada Shilla
"Ssstt
.. Sssttt" Lintar memberi isyarat agar Shilla mencari sumber suara.
Shilla
pun menoleh "Apa?"
"Nomer
12 apa Shil?" kata Lintar Cuap-cuap tanpa suara.
.
"Hah?" kata Shilla yang kini ikut Cuap-cuap tanpa suara
"Hhh,
Nomer 12 apa jawabannya gua ga tau?" Ulang Lintar masih mencoba bersabar
"Trus
masalah gitu buat gue?" jawab Shilla menjulurkan lidahnya
"yah elah Shil Please dong, nomer 12
aja" Mohon Lintar
"Ihh makanya kalo mau ulangan itu
belajar, susah kan lo sekarang" kata Shilla dengan nada tinggi
"Aduuhh,
Shillaaa jangan kenceng-kenceng nanti ketauann" ucap Lintar dengan wajah
yang gereget karena ulah Shilla,
"Biarin
aja itu sih urusan lo, untung muka lo muka orang melas bikin gua ga tega!"
Shilla pun mengambil secarik kertas dan menuliskan beberapa rumus dikertas
tersebut. Setelah itu Shilla melemparkan kertasnya kepada Lintar, tapi saat
Lintar membuka lembaran kertas tersebut
"Yah
ko Cuma rumusnya sih shill, kenapa ga sama jawabannya?" gereget Lintar
"Ih
berisik banget sih lo, masih mending gue kasih tau" Kesal Shilla
Lintar
pun menyerah tak ingin memaksa Shilla lagi, tak ingin membuang waktu Lintar
dengan cepat menyalin rumus itu dan coba mengutak-ngatik angka tersebut.
"Huft,
akhirnya selesai juga" kata Lintar tersenyum sambil memandangi kertas yang
berisi angka-angka dan beberapa gambar bangun ruang tersebut.
Beberapa
lama kemudian bel pun berbunyi, murid-murid berhamburan keluar, begitupun
dengan shilla yang segera meninggalkan kelasnya, baru beberapa langkah shilla berjalan, ia terpaksa menghentikan
langkahnya karena merasa ada yang memanggil
"eh
Shill Shill" panggil Lintar
"
apaan lagi sih?" ketus Shilla
"hmmm
buat yang tadi, thanks ya" lintar dengan sedikit kikuk
"hmm"
Shilla dengan cueknya sambil beranjak pergi
Lintar
menyusul Shilla, kini mereka berdua berjalan beriringan menuju gerbang sekolah
sambil berbincang bincang
"eh
Shill, pulang sama siapa?" Tanya Lintar
"sendiri"
kata Shilla sekenanya
Disela
perbincangan mereka, terdengar suara Ify yang memanggil Lintar
"
Lintar" teriak Ify
"eh
gue udh dijemput nih, duluan ya" ucap Lintar pada Shilla
Diwaktu
yang sama Alvin dkk sampai didepan gerbang SMA Nusa Bangsa
"eh
bentar dulu ya gue mau nyari minum, haus nih" kata Alvin
"lama
gue tinggal" kata Rio
Tidak
ingin membuang waktu Alvin langsung
mencari sosok Shilla, sedangkan saat ini Gabriel dan Rio sedang dikejutkan oleh
pemandangan indah tak terduga, mereka berdua terpaku melihat sosok itu.
Siapakah
DIA?
TBC.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar