Minggu, 05 Januari 2014

Love Chance Part 2

Gabriel dan Rio yang masih belum tersadar dari keterpakuannya pada sosok gadis cantik itu saat ini tidak menyadari bahwa Alvin tengah memanggilnya
"wooy lo mau berdiri disitu sampe berubah jadi malin kundang?" teriak Alvin yang sudah jalan duluan

Tanpa menghiraukan perkataan Alvin, Rio dan Gabriel malah sedang merencanakan sesuatu

"Yo, berani taruhan berapa buat dapetin tuh cewe?" tantang Gabriel pada Rio
"minta berapapun lo, karna gue yakin bakal menangin" kata Rio dengan pedenya
"okehh kita taruhan dapetih tuh cewe" lanjut Gabriel

"sivia !" panggil seorang cowo yang menyadari pacarnya sedang menjadi objek pandang cowo lain
(ya Sivia lah nama cewe yang sedari tadi menjadi objek pandang Gabriel dan Rio sekaligus objek taruhan mereka)
"vi, ayo pulang sekarang!" lanjut cowo itu karna takut terjadi hal tak menyenangkan dengan pacarnya
"iya" jawab Sivia pada cowo itu yang ternyata adalah Debo

***

(Alvin yang sedari tadi merasa diacuhkan pun terpaksa kembali)
"lo mau nunggu hujan batu dulu baru mau pergi dari sini?" sinis Alvin karna sudah kesal
"ganggu lo!" ketus Gabriel dan Rio  yang  pergi meninggalkan Alvin
"woyy tunggu lah kenapa jadi gue yang ditinggal" teriak Alvin dengan kesalnya

(dilain tempat Debo yang mengantar Sivia kini telah sampai di halaman rumah Sivia )

"aku boleh Tanya?" kata Debo
"apa?" jawab Sivia dengan tatapan bingung, karena memang tak merasa melakukan kesalahan dengan Debo
"kamu kenal cowo tadi?"
"hah? Cowo? Yang mana?" Tanya Sivia karena masih heran dengan pertanyaan Debo
"yang tadi ngeliatin kamu didepan gerbang?" Tanya Debo serius
Sivia hanya menggeleng
" oh yaudahlah orang iseng kali, aku langsung pulang ya" lanjut Debo
Sivia yang masih bingung hanya mengangguk tak mengerti

*****
Setibanya dirumah, ify dan Lintar langsung sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Saat Ify berjalan menuju kamarnya ia tak sengaja mendengar suara tangis dari kamar mamanya, Ify pun memutuskan untuk masuk.
"mamah" panggil Ify
"eh kamu fy" jawab mamah Ify sambil buru-buru menghapus air matanya
"mamah nangis?"
"sini masuk sayang" mamah Ify mengalihkan pembicaraan
"mamah belum jawab pertanyaan Ify, mamah nangis? Papah lagi?" Tanya Ify.
Tak sanggup menjawab mama Ify hanya tersenyum lirih
"Mah, Ify paling ga suka liat mama nangis, Ify jadi ikut sedih" Lanjut Ify sambil mencoba menenangkan mamahnya
"Nanti Ify coba ngomong sama papah ya" kata Ify lalu memeluk mamahnya. Tak terasa mata Ify kini mulai berkaca-kaca, sedih .. ya itu lah yang dirasakan Ify saat ini. Tak mau membuat mamanya makin bersedih melihat dirinya menangis, Ify memutuskan keluar dari kamar mamanya.

Sekeluarnya Ify dari kamar mamanya, ada perasaan kesal dan pilu dalam hatinya. ingin sekali Ify menampar sang ayah yang telah berulang kali menyakiti mamanya. Namun jujur Ify sendiri takut dengan sifat keras ayahnya.

***
Disisi Lain Gabriel, Alvin, dan Rio telah sampai di Kafe Taria. Alvin yang tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh Gabriel dan Rio hanya bisa mengernyit kesal.

"Pergi ke Bali beli kelapa
Pulangnya diantar komeng
Lu berdua lagi ngomong apa
Ko gua ga di ajak ngemeng" ucap Alvin yang sepertinya tertular bakat Gabriel.

"bawel lo ah" ucap Rio mengacuhkan
"eh yo kayanya gue bener-bener jatuh cinta nih" kata Gabriel sambil senyum-senyum
"Enak aja lo, punya gue tuh. Pokonya gue harus bisa dapetin dia"ucap Rio pasti
"ehiya yel, lo tau nama dia?" Tanya Rio sambil melirik Gabriel
"Woy lo pada lagi ngomongin siapa sih?" teriak Alvin lagi
"Hmmm bentar, kaya nya tadi ada yang manggil dia. Vi Vi gitu deh" kata Gabriel ragu
"Sivia" samber Rio
"Nah iya itu lo pinter, ehiya kayanya dia udah punya pacar deh" ucap Gabriel seketika mimik mukanya berubah

"iyasi  jahat banget kalo kita jadi PHOnya" pikir Rio

"Ah bodo, gue udah bener-bener jatuh cinta sama tuh cewe yel, mungkin ini yang dinamain cinta pada pandangan pertama kali ya " lanjut Rio

Alvin yang sedari tadi merasa diacuhkan pun sengaja berbuat ulah dengan ide jailnya. Diam-diam dia mengikat tali sepatu Rio dan Gabriel dari kolong meja, Gabriel dan Rio tak menyadari karena mereka hanyut dalam perbincangan mengenai Sivia.

"Ekhm, lo mah gitu guys gue di ajak cabut tapi sekarang gue malah dikacangin gini, mending gue pulang deh" kata Alvin bergegas pergi
"Eh tunggu Vin" ucap Gabriel dan Rio bersamaan , mereka bangkit dari tempat duduknya untuk mengejar Alvin tapiiii ….. GUBRAAKKK!!!
"Ah sialan lo yel" kesel Rio sambil berusaha berdiri
"yee sepatu lo aja ganjen mau deket-deket sepatu gue" sinis Gabriel pada Rio
(Mereka pun saling bertatap dan menyadari semuanya)
"ALVIIIIINNNNN!!!" Teriak Rio dan Gabriel dengan marahnya
"hehe sorry bro tangan gue gatel" kata Alvin dengan santainya sambil ngeloyor pergi dengan senyum jahilnya.

***

Tepat pukul 10 malam Sivia masih belum bisa memejamkan matanya. Pikirannya melayang memikirkan perkataan Debo tadi siang, Sivia pun memutuskan menelfon Debo

"Halo? Siapa ya? Jam di rumah lo mati? Ganggu aja" sewot Debo karena memang ia sudah melayang ke dunia mimpi
"Debo ini aku Via" ucap Sivia yang sedikit ketakutan dengan bentakan Debo.
Tersadar akan siapa yang menelfonnya, Debo langsung bangun dan berusaha mengumpulkan nyawanya.
"Eh sorry sorry , kenapa? Ko tumben malem-malem gini nelfon?" Tanya Debo menurunkan volume suaranya
"Hmmm" Sivia yang masih bingung bagaimana cara menannyakannya pada Debo
"Vi, kamu gapapa kan?"
"Aku mau nanya soal pertanyaan kamu tadi siang" ucap Sivia ragu
"Maksud kamu?" Tanya Debo heran
"Yang kamu bilang ada cowo ngeliatin aku" kata Sivia dengan sangat hati-hati
"oh itu, ada yang pengen aku omongin juga soal itu, kita bahas besok yah. Night dear" Debo yang sangat mengantuk langsung memutuskan telfonnya.

***

Resah, Bimbang itulah yang sedang Rio rasakan, betapa cinta bila sudah merasuk dalam jiwa mengalir melalui darah berdesir hebat. Perintah Cinta tak dapat lagi di tolak.

Rio yang kini sedang berbaring menatap langit-langit kamarnya belum juga bisa memasuki dunia mimpinya, saat ini ia masih terjaga memikirkan gadis cantik yang tadi siang dilihatnya

"Lagi ngapain ya Cewe itu? Apa dia juga lagi ga bisa tidur mikirin gue?" batin Rio dengan pedenya.
Drrrrtt drrrtt .. Hp Rio bergetar menandakan ada pesan masuk.

From : Ozy sebelah
Permisi kak, jadi tuh gini gua mau ngasih tau kalo ceritanya tuhh saat ini gua ga bisa tidur jadi gue bĂȘte bgt, nah tujuan gue sms lo itu karena gue lagi pengeeeen dan peenggeeenn banget GANGGU LO :p

To : Ozy sebelah
Ah rese lo, ganggu aja mending urus aja tuh kaset melayu loh!

Selang beberapa menit Rio teringat akan Ozy yang berstatus sekolah di SMA nusa bangsa, lampu pun muncul dari kepala Rio *ting
"Kenapa gua ga cari tau tentang Sivia sama si melayu yah" Pikir Rio
(Rio pun segera mengirim pesan kepada Ozy)

To : Ozy sebelah
Eh zy lo anak NB kan yah, emm lo kenal dong sama cewe super cantik yang ada di sekolah lo klo ga salah namanya Sivia.

Selang beberapa menit kemudian

From : Ozy sebelah
oh itu, iye gue kenal. dia kaka kelas gue. Emang kenapa? Naksir lo ya?

To : Ozy sebelah
Bagus kalo gitu, kita omongin ini bsk.. oh iya Besok lo pulang sekolah gue jemput okeh! Bye

***

Pukul 07.00 bel di SMAN 85 sudah berbunyi, semua murid memasuki kelasnya. Begitupun kelas XI-IPS yaitu kelas Gabriel dan Rio. Guru datang dengan membawa buku-bukunya, guru yang saat ini memasuki kelas Rio dan Gabriel adalah Bu winda, guru yang mengajar mata pelajaran sejarah. Dengan cekatan Bu Winda menerangkan materi pelajarannya. Tapi sayang saat ini Gabriel tak memperhatikan Bu Winda karena ia sibuk memikirkan Sivia.

"Yo, gue masih bingung gimana bisa dapetin Sivia ya?" Tanya Gabriel tiba-tiba pada Rio, Rio pun langsung melotot sambil tersenyum
"Udaah lo ngaku kalah aja" Kata Rio
"Enak aja .. untung di lo dong kalo gitu" ucap Gabriel tak terima

Setelah beberapa saat kemudian bel pergantian pelajaran pun berbunyi, Gabriel dan Rio memilih beranjak keluar kelas berniat mencari ketenangan.
"Yo" Kata Gabriel menunjuk Alvin yang sedang asik dengan basketnya
"Kenapa? Naksir lo sama Alvin?" jawab Rio santai
"Yee enak aja, gue punya ide buat bales dia gara-gara udah ngerjain kita kemaren" Gabriel tersenyum mantap
"boleh tuh, apa?"

Hal konyol apa yang akan dilakukan Rio Dan Gabriel?

TBC …

Tidak ada komentar:

Posting Komentar